Follower

Monday, June 25, 2018

5 Nasehat Agar Semangat sholat tetap terjaga (Seri Tips dan Motivasi) Bagian 2


By 
Mujiburrahman Al-Markazy

Manusia adalah makhluk yang paling unik. Jutaan, miliaran bahkan triliunan penelitian yang dilakukan sampai hari kiamat tidak akan pernah bisa mengungkapkan berbagai macam sisi kehidupan manusia. Manusia adalah miniatur alam. Dengan berkaca pada pola kehidupan manusia, kita bisa membaca keadaan alam. Apakah alam dalam kondisi baik atau buruk. Manusialah yang menjadi nahkoda dalam mengarahkan kemana arah alam ini akan berlabuh. Berlabuh kearah kebaikan atau berlabuh kearah yang dibiarkan menabrak karang dan luluh-lantah.


Manusia adalah makhluk yang sangat manja. Sebelum ia memijakan kakinya di bumi, semua fasilitas telah diberikan. Langit dengan lapisan udaranya, awan berarak-arakan menunggu komando Sang Ilahi menurunkan hujan kepada makhluk yang dibutuhkan. Laut diguyur, sawah diguyur, hewan-hewan diguyur, pepohonan, dedaunan semua diguyur. Untuk siapa...? Manusialah yang akan menikmati setiap nikmat Allah yang disebarkan.


Segala fasilitas disiapkan. Makanan laut, ikan dengan jutaan spesiesnya, cumi, kerang, rumput laut dan berbagai hamparan surgawi lainnya. Makanan darat mulai dari sayur-sayuran, bubuahbah-buahan, umbi-umbian, daging sapi, ayam, susu dan berbagai macam aset lainnya. Semua untuk manusia. Lantas Allah ciptakan kita untuk apa...? Allah menjawab dalam Al-Qur'an.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Setelah sekian banyak fasilitas yang Allah berikan kepada kita, manusia, tapi kita masih malas dalam ibadah terkhusus sholat. Maka ada beberapa tips dan nasehat, semoga bermanfaat untuk diri admin pribadi dan kepada semua khalayak.
Kami merangkumnya kedalam 5 tips dan nasehat agar semangat sholat tetap terjaga:

1. Tanamkan rasa malu kepada Allah.

Seorang bos yang baik akan menyediakan asrama kepada pekerjanya yang dianggap baik dan berprestasi. Semua disiapkan, Rumah dinas, asuransi kesehatan, kendaraan dinas, gaji bulanan, tunjangan jabatan dan lain lain.


Jika sang anak buah terbaik tadi melakukan kesalahan, maka akan ditegurnya seperti kesalahan yang fatal. Tapi bagaimana dengan Allah...? Ketika kamu bermaksiat, Dia diam, menunggu kamu kembali. Mata penuh dosa, lidah suka ingkar, janji kadang bahkan sering tidak ditepati, amanah, harta,waktu, diri sering dikhianati tujuan pemberiannya. Sudah selayaknya kita malu kepada Allah. Bos yang baik saja sudah sewajarnya menegur karyawannya yang salah. 


Malulah kita, jika Allah memberikan kita waktu 24 jam sehari. Setiap satu waktu sholat yang kita kerjakan paling cuman 5 - 10 menit, jika dikalikan dengan 5 kali shalat, baru 25- 50 menit. Semua fasilitas diberikan, nafas, udara, jantung, mata yang berkedip otomatis, tangan yang reflek menghalau nyamuk yang menggigit ketika tidur, semua Allah beri. Sedangkan kita, hanya untuk menunda nafsu kelalaian kita, menunda keinginan kita per 5- 10 menit saja berat. Lah, muka kita mau ditaruh dimana...? Masih bisakah wajah ganteng atau ayu ini berdiri tegak menikmati setiap hembusan nikmat yang berjumlah jutaan, trilyunan yang tidak pernah putus setiap saat...? Memang benar malu adalah cemeti terbaik untuk menghentakan jiwa tak tau diri.


Sebuah isyarat hadist menyebutkan, "Jika engkau tidak malu lagi, maka lakukanlah sesuka hatimu." "Malu adalah sebagian dari iman." Semoga kita masih memiliki sifat malu kepada yang menciptakan dan menjamin hidup kita, Allah.


2. Tau Tugas. 


Ketika seseorang sudah lama mencari pekerjaan. Lamar sana-sini belum juga diterima, katanya masih kurang inilah, itulah. Tes sana-sini masih juga belum lulus. Bingung mau kemana? Ketika sedang duduk termenung bersandar di tembok, kepala menunduk, kaki tertekuk. Lesu. Tiba-tiba ada seorang bos yang gagah mengatakan, "Hei, kamu!". Ketika kamu tengok, memang kamu yang dipanggil. "Iya pak!" Kamu hampiri dengan sigap. Dia ajak kamu ke ruangan VIPnya, dia bertanya, "Apakah kamu ingin kerja...?" 

"Iya pak." 
"Tenang, kerjamu mudah, cukup kamu datang bercerita kepada saya selama sejam setiap harinya. Kamu ceritakan semua yang kamu lakukan dalam sehari, mulai dari bangun tidur sampai kamu akan tidur lagi, plus kamu ceritakan hajat dan semua keinginan terpendam kamu. Kamu silahkan celoteh sesuka hati kamu, saya akan siap mendengar suara kamu, walaupun tidak merdu. Jika saya ingin, bisa jadi hajat-hajat terpendam kamu akan saya beri kejutan tanpa saya kabari. Hanya tugas cerita itu, saya akan gaji kamu 10 juta/ bulan. Apakah kamu bersedia...?" Tanya sang bos tanpa basa-basi. 

Hanya orang bodoh yang tidak mau menerima tawaran itu. Cuman bercerita sejam, dapat gaji 10 juta/bulan plus ada kejutan hadiah sewaktu-waktu. Jika itu adalah kamu, apa yang akan kamu lakukan, mungkin bukan sejam. Kemana bos pergipun kamu akan temani. Demikianlah sholat, ini adalah tugas besar, hanya datang absen, terus curhat dalam doa, silahkan curhatkan seluruh impian-impian terpendam kamu. Jika Dia inginkan, impian kamu akan diberi berupa surprise, kejutan yang tidak kamu duga.


Gaji kamu juga bukan dibayar oleh Allah bukan setiap bulan tapi setiap detik. Bukan nominal 10 juta, tapi seberapa mahalnya nyawa kamu. Seberapa sering kamu bernafas, seberapa mahalnya ginjal dan jantung kamu, seberapa mahalnya keluarga dan kerabat kamu, itu diberikan free, tak ternilai harganya. Bahkan Dia, Allah membuat deposito gaji setiap sholat kamu, bukan 10 juta setiap tatap muka. Tapi, melebihi seluruh harga 7 lapis langit dan 7 lapis bumi, setiap tatap muka full gajinya, tanpa dipotong pajak. Deposito itu akan kamu ambil jika kamu akan mudik, pulang kampung. Semua fasilitas di kampung halaman kamu sudah dibangun fasilitas lux, mewah, lengkap dengan perabot, kendaraan tercanggih yang belum pernah ada, pelayan wanita dan sekuriti yang tidak berkhianat. Senantiasa memanjakan kamu setiap saat. Itu semua buat kamu. Untuk membayar ocehan mu 10 menit itu. Masih tidak tau akan tugas kamu...? Kamu itu karyawan yang harus kamu tau. Apa tugas kamu. 


Nabi saw sabdakan, "Shalat adalah Sebaik-baik perintah yang Allah berikan kepada hamba-Nya."


3. Tahu Diri


Budi sudah lama numpang tinggal di rumah pak joko. Setiap pekan pak Joko dan keluarga bahu-membahu membersihkan pekarangan, got, dan kebun. Pak Joko sudah menganggap Budi seperti anaknya sendiri. Pakaian dibelikan, makan disiapkan, bahkan Budi diberikan kendaraan roda empat kemana saja ia ingin pergi. Untuk kebutuhan tertentu kadang Budi diminta untuk belanja pesanan Bu Joko, tapi Budi selalu memberikan alasan, "Mohon maaf saya sibuk dengan urusan ku". Sudah sering seperti itu, bahkan dalam kerja bhakti mingguanpun Budi jarang aktif. Apakah sikap Budi termasuk...?

a. Tau diri
b. Tidak tau diri
c. Tidak tau

Kalau kita disodorkan pertanyaan seperti ini dengan gampang kita menjawab "b. Tidak tau diri." Tapi pernahkah kita berfikir tentang diri kita dihadapan Allah. Sudah tinggal di bumi Allah gratis, tarik nafas gratis, hembuskan nafas gratis, berkedip gratis, menengok ke kanan dengan mudah tanpa perlu ganti engsel gratis, diberikan otak bisa berkhayal dan berimajinasi gratis, dan masih banyak fasilitas gratis lainnya. Lantas kita disuruh oleh Allah untuk sholat masih buat alasan. Jadi kita sama dengan Budi yang ...? (Jawab sendiri).


4. Kurangi Dosa dan kelalaian


Kebanyakan melakukan dosa dan kelalaian akan membuat hati berkarat. 

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُوْنَ ﴿المطففين:١٤
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS Al-Mutaffifin: 14). 

Disebutkan dalam hadits bahwa, "Hati itu bisa berkarat seperti berkaratnya besi bila terkena air. Para Sahabat lantas bertanya, "Apakah pembersihnya ya Rasulullah..."? Beliau sabdakan, "Perbanyak mengingat kematian dan perbanyak membaca Al-Qur'an." 

Riwayat yang lain pula menyebutkan, "Hati itu seperti cermin, ketika satu kebaikan kita buat maka akan memantulkan cahaya ma'rifatullah, tapi ketika hati bermaksiat maka akan tertanam satu noda hitam di hati. Jika bertaubat terhapus noda hitam atau karat hati itu. Tapi jika bertambah lagi dosa semakin bertambah titik noda hitam di hati sehingga hati menjadi hitam legam. Sehingga hati tidak bisa merasakan dosa, dan semakin malas dalam beribadah". Ini mafhum hadist bukan terjemahan leterlek. 

Kita lihat pula bagaimana para sahabat Nabi bisa terpukul mundur, kalah pada perang Uhud. Ketika itu, mereka bersama Nabi saw. Sudah menjadi ketetapan Allah apabila ada aturan-Nya yang dilanggar maka walaupun si pelanggar itu bersama wali atau Nabi sekalipun tetap pertolongan-Nya akan ditarik. 

Demikianlah dengan sholat. Lahula walaa quwwata illa billah. Untuk mentaati Allah dibutuhkan pertolongan-Nya. Sedangkan, sholat adalah perintah terbesar setelah Iman. Jika ingin ditolong oleh Allah dalam menjaga sholat maka jauhi maksiat, kurangi kelalaian. 
5. Bergaul dengan orang Sholeh

Tips dan nasehat untuk menjaga stamina dalam mengamalkan sholat secara istiqomah adalah dengan bergaul dengan orang sholeh. Pernahkah kamu melihat seekor kuda liar...? Mungkin jarang. Tapi, pernahkah kamu melihat sapi liar...? 

Cara untuk menjinakkan sapi liar adalah diumpan dengan menggunakan sapi yang jinak. Sapi jinak diikat di rerumputan, biarkan. Tidak lama nanti, sapi liar akan datang makan berdekatan, merumput bersama. Sapi jinak ditarik, tidak lama nanti sapi liar akan ikut. Lama-kelamaan seperti itu. Sapi liar akan berubah menjadi sapi jinak.

Penulis tidak mau menyama-nyamakan antara kamu dan sapi. Ups, maaf, hehehe... Bukan ini sekedar perumpamaan. Jika sapi liar saja bisa ditundukkan dengan menggunakan sapi jinak. Yah, pengaruh pergaulan sesuatu itu bisa berubah. Hewan yang tidak memiliki akalpun bisa berubah, apalagi manusia yang sempurna dan cerdas.

Caranya adalah cintailah orang sholeh walaupun kita belum sempurna kesolehan seperti mereka. Bencilah perbuatan dosa walaupun terkadang kita masih sering terpeleset kearahnya. Tidak ada orang yang mencintai terpeleset. Apalagi cedera akibat terpeleset. Sudahlah, lupakan masa lalu, bergaulah dengan para muttaqien sehingga kita bisa 'teresonansi' dengan menyaksikan dan tertular 'virus' kebaikan mereka. Jika kita telah terkena getah ketakwaan orang sholeh, maka semua amal shaleh akan nempel dalam kehidupan kita. Nempel, tidak mau pergi.
Wallahu alam bisshawab

No comments:

Post a Comment