Follower

Sunday, June 24, 2018

5 Cara Menjadi Hafidz Al-Qur'an (Seri Tips dan Motivasi) Bagian 1



By
Mujiburrahman Al-Markazy


Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar untuk ummat ini. Dikatakan mukjizat karena  ia telah ada melampaui zamannya. Al-Qur'an telah bercerita tentang bagaimana proses janin di dalam rahim seorang wanita, ini jauh sebelum alat-alat modern dan laboratorium modern diperkenalkan. Yah, Al-Qur'an adalah mukjizat agung. Menceritakan peristiwa yang sudah terjadi tanpa kontroversi. Memberitakan peristiwa yang terjadi tanpa kekeliruan. Menceritakan teknologi yang pernah terjadi dan yang akan terjadi. Itulah Al-Qur'an. 




Begitupun, Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal oleh penganutnya. Selain Al-Qur'an tidak ada satu kitab sucipun bisa dihafal oleh penganutnya. Insan LS Mokoginta, seorang mantan pendeta, dalam seminar perbandingan agama. Ia menantang beberapa pendeta bahkan semua hadirin saat itu bahwa siapa yang menghafal Al-Kitab, satu orangpun jangankan satu surat, satu lembar dengan titik, koma tanpa salah. Semua hanya terdiam. Tidak seorangpun yang hafal. Ia melanjutkan, “Mengapa Al Qur’an mudah dihafal? Karena ia kalamullah. Mukjizat. Mengapa tak ada yang hafal Alkitab? Karena ia bukan mukjizat,” demikian simpul Ihsan sembari menjelaskan bahwa cetakan tahun berapapun dan di negara manapun, Al Qur’an pasti sama. Ketika satu negara mengadakan musabaqah tilawatil Qur’an dan didengar penduduk negara lain, niscaya bisa diikuti dan dinilai bacaan itu benar atau salah.

Allah telah mengulang-ulang dalam surat Al-Qomar Setidak-tidaknya ada 4 kali pengulangan. 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).



Di dalam dunia ini semua memiliki cara dan proses. Begitupun cara dan proses menghafal Qur'an. Semua kitab yang ada di dunia ini tidak serta-merta mudah untuk dihafal, kecuali Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah kitab yang sangat mudah untuk dihafal. Hal ini dapat terlihat dari jumlah orang yang menghafal Al-Qur'an. Lantas bagaimana cara menghafal Al-Qur'an yang mudah? Berikut ini ada beberapa tips dalam menghafal Al-Qur'an:




1. Niat yang kuat untuk menghafal Al-Qur'an.

Gunung setinggi mount Eferes bisa dicapai puncaknya diawali dengan cita-cita dan niat yang kuat. Nabi Muhammad saw saja mengingatkan bahwa, "Setiap amal itu tergantung dari niatnya." Jika niat yang sungguh-sungguh lautan disebrangi, gunungpun didaki. Yah, itulah keajaiban niat.



"Setiap orang akan memperoleh apa yang ia niatkan." Ini penggalan dari lanjutan hadist Nabi saw tentang niat yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Walaupun kita -umpamanya- tidak selesai dalam hafalan Al-Qur'an yang diniatkan maka kita tetap akan memperoleh apa yang kita niatkan. Tapi, jangan hanya mau dapat pahala niat sehingga proses menghafal Al-Qur'anpun asal-asalan.




2. Tanamkan keasyikan berinteraksi dengan Al-Qur'an.




Ketika seseorang menonton acara televisi kesukaannya maka dia sanggup berjam-jam untuk mengikuti, menyediakan waktu, mengkensel janji ini dan itu, setia hingga akhir acara televisi yang ia tonton itu. Penggemar Bola akan menyetel alarmnya untuk bangun di malam hari buta untuk menonton team kesayangannya tampil. Bahkan, ia rela untuk menunggu iklan lewat, berjam-jam ia habiskan waktunya. Dalam benak sang pecinta tiada hari yang paling nikmat selain menyaksikan pertandingan sepakbola team kesayangannya. Bahkan bukan hanya sekedar hobi, airmatapun akan di torehkan demi mensupport team kesayangannya yang kalah. Satu negara bisa menangis jika pemain teamnas Indonesia kalah. Seperti itupun seharusnya kita berlaku terhadap Al-Qur'an.




Al-Qur'an harus lebih dicintai daripada sekedar mencintai "timnas", karena Al-Qur'an bukan sekedar pembela di dunia tapi akan menjadi pembela dihadapan Allah swt pada hari kiamat. Bahkan, orang-orang yang kita cintai di dunia tidak bisa membantu dan mensyafaati kita pada hari kiamat, Al-Qur'an akan berdiri dengan gagahnya untuk menolong orang yang menunaikan hak Al-Qur'an serta memuliakannya.




3. Memulai Menghafal




Untuk menghafal Al-Qur'an sebaiknya menempuh beberapa langkah praktis berikut ini.  




* Memperbanyak istighfar.

Ketika seseorang murid Imam Syafi'i mengeluhkan keadaan hafalannya, maka Imam Syafi'i menasehatkan, "Ilmu adalah nur, dan tidak akan masuk ke dalam hati yang gelap." Al-Qur'an adalah puncaknya ilmu. Kegelapan hati akan menyebabkan kesulitan untuk memasukan Al-Qur'an ke dalam hati. 



Jika  memiliki dosa besar hendaknya tobat terlebih dahulu, bisa dengan sholat taubat. Ketika Imam Syafi'i pernah mengalami kesulitan dalam mengulang hafalannya, penyebabnya adalah pernah melihat tumit seorang wanita tanpa sengaja ketika melintasi pasar. Begitu berkesan. Sehingga walaupun sudah lama beliau ketika mengingat kejadian itu, beliau mandi seperti mandi junub dan beliau sholat taubat.




Dengan taubat kita akan dicintai oleh Allah. Selain dosa yang pernah terjadi akan dihapus oleh Allah swt. 

Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

* Menyediakan Waktu 

Setiap orang lebih tau waktu yang tepat dalam memulai atau menambah hafalan. Setidak-tidaknya ada 2 waktu yang diberikan untuk Al-Qur'an pada proses menghafal. Satu waktu untuk menghafal. Satu lagi untuk mengulang hafalan, murojaah. Ada yang suka menghafal pada waktu pagi dan murojaah hafalan pada waktu malam. Ada juga yang sebaliknya, murojaah pada waktu pagi dan menghafal pada waktu sore atau malam. 

* Menghafal bagian demi bagian

Pilihlah surat atau ayat-ayat yang disukai atau yang dianggap mudah. Ayat yang disukai atau dianggap mudah biasanya adalah ayat yang sering didengar. Baik itu yang sering didengar ketika menjadi makmum atau yang didengar dari para syeikh dalam MP3, MP4, CD dan sebagainya.

Mulai dari awal halaman. Sebaiknya menggunakan Al-Qur'an pojok. Maksudnya, Al-Qur'an yang berisi kurang lebih 15 baris yang ujung ayatnya persis di pojok bawah halaman. Biasanya Al-Qur'an dengan khat, gaya penulisan madinah atau dikenal dengan istilah khat madinah. Bukan khat Indonesia, karena kalau kita menghafal Al-Qur'an dengan Qur'an pojok akan memudahkan kita menghafal halaman Al-Qur'an. Ini cara penulisan Al-Qur'an standar dunia. Mulai dari awal halaman hingga ke pojok akhir dari ayat pada halaman itu. 

* 10 kali pengulangan

Yah, seluruh cara hafal Al-Qur'an tidak ada yang tidak melakukan pengulangan, repetetion. Seluruh ayat dalam satu halaman itu diulang Setidak-tidaknya 10 kali. Jika belum cukup 10 kali sudah mulai nampak tersimpan sedikit demi sedikit. Maka, boleh diulang tanpa dilihat, jika dianggap keliru, boleh sesekali ditengok Mushaf Al-Qur'annya. 

Begitupun pengulangan tanpa melihat sebanyak sepuluh kali. Jika, dalam rentang 10 kali pengulangan itu dianggap lancar tanpa salah, maka boleh diulang tanpa melihat atau menengok Al-Qur'an sama sekali. 
Proses pelancaran hafalan yang sudah atau akan dihafal dimulai ayat demi ayat. Setelah lancar ayat pertama, masuk melancarkan pada ayat ke-dua. Jika ayat ke-dua lancar maka pengulangan dimulai ulang dari ayat pertama dan kedua. Jika pada ayat pertama dan kedua telah lancar dilanjutkan dengan ayat ketiga. Jika, ayat ketiga lancar maka pelancarannya dimulai dari ayat pertama, kedua dan ketiga, begitu seterusnya hingga pertengahan halaman. Jika pertengahan halaman telah dihafal dengan lancar maka kita tidak perlu mengulang perlancar dari awal ayat. Kita langsung saja pada pertengahan ayat hingga ke Pojok akhir ayat dengan metode 10 kali pengulangan. Jika telah lancar pada pertengahan halaman ke bawah, maka pelancarannya dimulai secara keseluruhan dari ayat pertama dari pojok atas hingga berakhir di pojok bawah pada ayat terakhir halaman.

* Memiliki guru atau kawan senior

Dalam proses menghafal sebaiknya dan seharusnya kita memiliki guru atau paling tidak ada kawan yang lebih senior dalam menghafal Al-Qur'an daripada kita sendiri. Hal ini dibutuhkan karena sering kali dalam proses menghafal kita merasa hafalan kita seperti tidak ada yang salah, baik pengucapannya atau runut ayatnya. Setelah di setor hafalan kita, ternyata akan ditemukan beberapa kekeliruan dan kesalahan. Ini sangat penting mengingat jika sudah begitu kuat tersimpan dalam memori otak kita maka akan semakin sulit pula dalam memperbaiki, atau menginstall ulang hafalan kita. 

4. Menjaga Pergaulan dan Makanan

Berapa banyak orang yang rusak disebabkan oleh berkawan dengan orang yang rusak. Sayyidina Ali ra. pernah berpesan, "kwalitas diri seseorang bisa dilihat dari kwalitas kawan-kawannya. 

Nabi saw, mengingatkan, "Barangsiapa berkawan dengan penjual minyak wangi maka dia akan memperoleh keharuman walaupun tidak diberikan minyak wangi. Begitupun bergaul dengan pandai besi akan terkena asap dan hembusan panas api walaupun tidak terkena percikan bara api. 

5. Berdo'a.

"Tolaklah bala dengan doa dan Obatilah penyakitmu dengan sedekah." "Tidak ada yang bisa mengubah takdir kecuali doa." Perbanyaklah berdoa, terkhusus pada waktu-waktu mustajabnya doa. Ketika derasnya hujan, ketika bersujud dalam Shalat walaupun hanya di dalam hati karena selain bahasa arab tidak dibolehkan dalam sholat. 

Semakin banyak berdoa, semakin berpeluang doa kita diterima oleh Allah swt. Jika Allah sudah mudahkan diri kita untuk menjadi hafidz Al-Qur'an, siapa yang bisa untuk menggagalkan. Berusaha, berdoa  lagi-lagi dan lagi sampai Allah mengatakan bahwa, "Kamu layak untuk menjadi hafidz Al-Qur'an".

Saturday, June 23, 2018

Khutbah Idul Fitri terbaru Yang Mengharukan 2018/1439 H : Meraih Kemuliaan dengan Takwa (Seri Khutbah) Bagian 1

  



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله اكبر… الله اكبر… الله اكبر… لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد
َاللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحمد.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ . َأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللهم صل وسلم عَلَيْ محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أوصيكم وإياي بتقوي الله لعاكم ترحمون . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: [يَا أَيُّهَا الَّذِينَ 
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ]
     Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... walillahilhamd...! 
     Seluruh alam bergemuruh bertasbih dan bertakbir memuji kemahasucian Allah yang dengan anugerah terindah-Nya telah memberikan panduan untuk hamba-Nya mensucikan jiwa yang kumal dan kotor menuju panggilan suci Fitrah Ilahiyah, bersimpuh, Memahasucikan Zat-Nya dari segala keburukan yang disangkakan oleh hamba-hamba-Nya yang durjana dan melampaui batas. Sejak ditutupnya hari terakhir Ramadhan dengan dikumandangkan azan magrib, pertanda berakhirlah Ramadhan dan terbukalah pintu Ied menuju kemenangan itu. Diseluruh antero jagad bertakbir, bertasbih dan bertahmid menengadahkan hati menuju kemuliaan yang Allah swt janjikan. 
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan bila telah disempurnakan bilangannya (Berpuasa pada bulan Ramadhan) maka bertakbirlah kamu sebagaimana petunjuk yang dianugerahkan kepada mu agar kamu menjadi orang yang bersyukur". (QS: Al-Baqarah: 185).
Air mata berderai membasahi pipi memuji keagungan Ilahi Rabbi yang telah memberikan kekuatan dan bimbingan sehingga ujian yang di lalui berupa menahan lapar dan dahaga selama sebulan penuh, menahan melampiaskan syahwat walaupun halal demi mematuhi perintah Sang Khalik. Rasa syukur yang tiada tara telah menyelesaikan tugas khusus dari Rabb kita. Tuhan yang menciptakan kita dari setetes mani, menjadi segumpal darah, kemudian di ciptakannya tulang-belulang dan dijadikannya makhluk yang sempurna dalam pemeliharaan kandungan sang Ibu selama 9 bulan 10 hari. 
Surat Al-Insan Ayat 1
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"
Surat Al-Insan Ayat 2
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat". (QS: Al-Insan: 1-2)
Dengan penderitaan yang sangat itulah ibu kita mengandung dan membesarkan kita dengan cinta dan cita-cita. Maka pada hari yang fitri ini bukan hanya muhasabah dan introspeksi diri kita di hadapan Allah tapi juga bagaimana syukur dan terima kasih kita kepada ibu-bapak kita. 

     Allahu Akbar...Allahu Akbar... Allahu Akbar walillahilhamd ...!
      Tiada hari yang mataharinya seindah hari yang fitri ini. Hari yang mengingatkan kepada kita tentang akan ada hari berkumpul di suatu padang tandus tanpa ada setetes air pun. Pada saat itu semua manusia dikumpulkan sejak zaman Nabi Adam as hingga manusia yang paling akhir wafat, pada hari Qiyamat nanti akan di sidang. 8 matahari akan bergerak seirama di atas ubun-ubun kita dengan jarak hanya sehasta. 1 hari yang kadarnya sama dengan 50. 000 tahun.

 فِي يَوۡمٍ كَانَ مِقۡدَارُهُۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٍ
"Sehari yang kadarnya sama dengan 50.000 tahun menurut perhitungan kalian". (QS Al-Maarij: 4). 
Sebagaimana hari ini kita dikumpulkan, maka nanti akan ada perkumpulan yang lebih besar, saat itu semua amal akan dipertanggungjawabkan langsung ke Pemilik Jagad, tanpa perwakilan dan pengacara.  
يَوۡمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلۡمُهۡلِ

8. "Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,"

وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ

9. "dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),"

وَلَا يَسۡ‍َٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمٗا

10. "dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,"

يُبَصَّرُونَهُمۡۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِي مِنۡ عَذَابِ 
11. "sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,"

 وَصَٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ

12. "dan isterinya dan saudaranya,"

وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِي تُ‍ٔۡوِيهِ

13. "dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia)."

وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ يُنجِيهِ

14. "Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya."

كَلَّآۖ إِنَّهَا لَظَىٰ

15. "Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,"

نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ



16. "yang mengelupas kulit kepala". (QS: Al-Maarij: 8-16).

Pada hari itu kita sangat membutuhkan syafaat dari Rasulullah saw. Marilah kita banyak bershalawat kepada junjungan Nabi kita Muhammad saw. Allahumma Shalli wa sallim wa baarik alaih.         Alhamdulillah hari ini kita berjumpa dengan 2 hari raya, dengan 2 ied. Yang pertama Iedul Fitri itu sendiri dan yang kedua adalah hari jumat yang dalam satu riwayat di juluki dengan "iedul masakiin" iednya orang-orang miskin. Dalam riwayat yang lain pula disebutkan bahwa setiap hari jumat akan di tampakkan siapakah dari ummat Rasulullah saw yang paling banyak shalawatnya kepada kanjeng Nabi kita Muhammad saw.

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-). Disamping kita menghabiskan masa kita dengan bersilaturahim kepada sanak famili, handai taulan, kita isi waktu kita dengan bershalawat kepada Nabi teladan kita saw.

     Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar Walillahilhamd ...! 
Bapak-Ibu jamaah Ied Mubarak yang berbahagia... 
     Setelah kita diterpa dengan amaliah Ramadhan selama sebulan penuh, puasa disiang hari, bertarawih di malam hari, membaca Al-Qur'an baik siang maupun malam, bersedekah, berbagi dengan sesama, diantara perputaran siang dan malam dan ditutup dengan membayar zakat fitrah dan mal atau zakat harta bagi yang telah mencukupi nishob dan haulnya. Tentulah dengan rutinitas ibadah yang berkesinambungan itu akan membekas dan membentuk pribadi takwa yang cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan cinta kepada sesama. Inilah jiwa takwa yang dibutuhkan oleh seorang khalifah Allah di muka bumi dalam menjalankan amanah yang di embannya. Jiwa takwa senantiasa merasakan kehadiran Allah dimanapun ia berada. Sebagaimana seseorang yang berada di dalam kamarnya di siang hari Ramadhan, walaupun ia tau bahwa tak ada seorangpun yang menyaksikannya, pintu tertutup rapat, roti sisa sahur masih terpampang, ia tidak akan berani untuk memakannya. Kenapa...??? Karena ia tau jika ia melakukan itu akan batal puasanya, ia akan merasa berdosa dan bersalah, walaupun tanpa ada yang menyaksikannya tapi ia yakin Allah melihat perbuatannya. Inilah yang dinamakan takwa. Bekal inilah yang negara ini butuhkan untuk membangun sebuah peradaban cemerlang. Seorang Istri tidak akan berani berbicara yang merendahkan suaminya walaupun penghasilannya seadanya. Ia tidak akan berani mengambil uang di dompet sang suami tanpa izin terlebih dahulu. Kenapa...??? Karena takwa. 
Seorang suami akan sangat dermawan memberikan belanja tanpa menghitung-hitungannya. Sang anak akan menghormati dan memuliakan kedua orang tuanya. Tetangga saling tegur sapa walaupun sebelumnya ada ketidak akraban. Semua ini terjadi karena landasan takwa. 
     Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab ra. Beliau punya kebiasaan yang unik ketika rakyatnya terlelap dalam tidur, ia mulai berkeliling melihat kondisi rakyatnya. Malam itu ia bersama Aslam ra. Sebagai ajudan beliau, sebenernya Aslam ini seorang budak tapi dijanjikan assisten oleh Sang Khalifah. Malam bagitu gelap, bersandarlah Umar di salah satu rumah warga di pinggiran kota Madinah. Bersandar melepaskan penat di badannya, karena seharian penuh berkeliling, terdengarlah suara perbincangan seorang ibu dengan anaknya.
"Nak, susu itu campurkan dengan air agar lebih banyak, supaya banyak keuntungan yang kita peroleh." Goda sang ibu.
"Jangan Bu, nanti Khalifah Umar marah, ia telah membuat peraturan bahwa barang yang dijual di pasar harus murni, apalagi susu harus benar-benar steril, jangan dicampur air."
"Alah, ini sudah gelap malam, sudah larut, yah Khalifah nggak bakalan tau. Pasti khalifah Umar sudah tidur."
Mendengar dialog sang Ibu dengan anaknya itu, Sang Khalifah semakin penasaran, ia mendengar dengan begitu cermat.
"Iya bu, Sang Khalifah mungkin sudah tidur, lah bagaimana dengan TuhannyaKhalifah, pasti mendengar ucapan kita,menyaksikan perbuatan kita." 
Lantas sang Ibu pun diam.
Dalam waktu yang tidak lama Sang Khalifah melamar anak dari Ibu Penjual Susu itu untuk dinikhkan dengan salah-satu anaknya. Dikemudian hari lahirlah dari garis keturunan ini Sang Umar ke II yang bernama Khalifah Umar bin Abdul Aziz rah.a 
Inilah bekal sesungguhnya. Takwa. 

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197) 

Allahu Akbar.... Allahu Akbar... Allahu Akbar walillahilhamd...!

     Dengan takwa ini sang bendahara tidak molor dalam memberikan gaji bawahannya, sang Bos tidak akan membuat kebijakan yang bertentangan dengan hukum Allah swt. Orang-orang yang berada di parlemen akan membuat peraturan daerah yang mendukung program pembinaan masyarakat papa dan lemah, akan membuat perda yang seiring-senafas dengan nilai-nilai Islam. Dengan takwalah seseorang budak bisa menjadi mulia dan tanpa takwa pula seorang berjabat bisa serta-merta menjadi hina. 


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)
     Sudah menjadi takdir dan ketetapan Allah bahwa tidak semua orang akan kaya, tidak semua miskin, tidak semua lelaki, tidak pula semuanya perempuan. Semua Allah ciptakan dalam bentuk yang unik dari setiap ciptaan-Nya. Allah tidak meletakkan kemuliaan, kejayaan, kebahagiaan yang menempel pada sisi duniawi yang ada pada diri kita. Tapi, Allah swt meletakkan sisi kemuliaan, kejayaan dan kebahagiaan itu pada siapa yang paling tinggi nilai takwanya kepada Allah swt. 

     Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar walillahilhamd...!
     Imam Bukhari rah.a menyebutkan satu hadits: Al-imanu yazid wa yanqus = Imam itu kondisinya naik dan turun. Imam Ibnu Hajar rah.a menjelaskan, Al-Imanu yazid bitho'ah wa yanqus bil ma'siat = Imam itu naik dengan akumulasi, peningkatan nilai-nilai ketakwaan. Wa yanqus bil ma'siat = dan iman menjadi turun dengan akumulasi nilai kemaksiatan. Semakin banyak amal ketaatannya semakin tinggi imannya dan semakin kurang amal ketaatannya atau semakin banyak berbuat sesuatu yang melanggar perintah Allah maka semakin lowbatt imannya.

“جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ “، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا؟ قَالَ: ” أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ 



“Perbarui iman kalian”
“Ya Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami?” tanya para sahabat.
Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’.” (HR. Ahmad dan Hakim dalam kitab Mustadraknya).
     Jamaah Ied Rahimakumullah ....!
     Hari ini orang-orang yang jahil akan agama mengatakan ketika memasuki 1 Syawal, "Merdeka...". Kenapa...???
Karena baginya ia merdeka dari mentaati Allah dan Rasul-Nya. Naudzubillah. Merasa merdeka dari perintah sholat, Merdeka dari baca Al-Qur'an, merdeka dari sholat malam atau tahajud, merdeka dari tidak meminum alkohol, merasa ini kesempatan untuk meneguk barang haram itu. Dan merasa merdeka dari sekian perintah dan larangan Allah yang Maha Pemurah. Naudzubillah.
Mari kita ganti. Setelah 1 Syawal ini kita berubah menjadi pribadi yang bertakwa sebagaimana ketika menjalani hari-hari Ramadhan. Inilah bekal takwa sesungguhnya yang menjadi modal utama dalam menjalani hidup. Sesibuk apapun sholat tetap terjaga, baca Al-Qur'an setiap hari tidak absen.
Ada sebuah riwayat yang menceritakan tentang ciri-ciri orang yang hajinya mabrur ialah setelah kembali dari tanah suci ia menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelum berhaji. Maka seperti itupun kita, jika sebelum memasuki bulan Ramadhan kita selalu lambat dalam melaksanakan sholat, maka dengan momentum takwa yang kita peroleh dari training iman selama Ramadhan  yang suci kita akan menjaga sholat diawal waktu, menjadi orang yang terdepan dalam menjalankan ketaatan dan menjadi pionir dalam memperbaiki keadaan ummat di sekitar kita. 


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ



     Allah swt menjanjikan dalam Al-Qur'an dengan garansi yang luar biasa kepada pemilik ketakwaan 
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (۳وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ


“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allahﷻ maka Dia ﷻ akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak tidak disangka-sangka” (Q.S Ats\h-Thalaq 2-3).
    Ada masalah hutan...??? Tenang Allah janji akan berikan jalan keluar "makhraja = berbagai macam jalan keluar. Satu masalah seribu solusi. Ini kalau takwa. Satu masalah seribu jalan. Jika tanpa ketakwaan kita akan dihadapkan dengan jutaan permasalahan tapi untuk satu solusi pada penyelesaian satu masalah saja, susahnya minta ampun. Maka apapun masalahnya kita, takwa solusinya. Yakin. Bukan hanya Allah tunjukan berbagai macam jalan kemudahan Allah tekankan di akhir ayat 
 وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ


"Akan diberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga." Ulama jelaskan maksudnya akan diberikan jalur rezeki halal tanpa kita kerja. Hari-hari kita terbiasa mendapatkan rezeki kita lewat jalur kerja, tapi ketika lagi bagus-bagusnya amal malah rezeki kita datang tanpa diduga-duga. Bisa jadi THR salah satu contoh. Kan nggak kerja dapat. Itu jika kita tingkatkan kwalitas takwa kita di hadapan Allah.
Jamaah Ied mubarak yang Allah Kasihi.
Kita sebagai bangsa, memiliki problematika yang tidak sedikit, mulai dari PHK, sempitnya lapangan kerja, tingginya hutang luar negeri yang berdampak pada kenaikan harga harga-harga meroket, BBM naik, TDL naik dan berbagai macam permasalahan pelik bangsa ini, dari korupsi yang kian marak dan subur. Tidak ada solusinya kecuali menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah takwa. 


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96) 
     Jika kita takwa, permasalahan pelik negeri ini tidak lama lagi akan terbuka pintu keberkahan dari langit dan bumi.Syaratnya apa...???
Semua penduduk negeri ini takwa, rakyatnya takwa, orang kayanya takwa, orang miskinnya takwa, pegawainya takwa, pemangku jabatannya takwa, lebih mendahulukan kepentingan rakyat, bangsa dan kemakmuran masyarakat daripada mendahulukan kepentingan pribadi dan golongannya. "Yang pentinhg kekuasaanku langgeng terus, keadaan masyarakat mau susah, mau menjerit, yang penting posisiku aman." Inilah mental penjajah yang telah merasuk masuk kedalam sanubari bangsa ini. Jika sudah demikian adanya, maka penyakit kronis bangsa ini hanya bisa terselesaikan dengan jalur takwa, semua kita taubat kepada Allah. Mengangkat pemimpin yang adil, amanah, jujur, sederhana, berpihak kepada rakyat bukan sekedar pencitraan belaka, dengan setingan kamera yang pas kemudian menjadi booming. Marilah kita mendoakan negeri ini agar ditolong oleh Allah dan terhindar darinya musibah adu-domba, dan musibah kebangsaan lainnya. 
Allahumma ya Allah...! 
Dihari yang fitri ini, kami menengadahkan tangan dan hati kepada-Mu. 
Memohonkan kedamaian dan kesentosaan untuk bangsa dan Negeri ini.
Allahumma ya Allah...! 
Kami bertaubat kepada-Mu. Terimalah taubat kami. Kami telah banyak melalaikan perintah-perintah Mu mengerjakan larangan-larangan-Mu. Dengan sifat Al-Ghafur Mu ampunilah kami. 
Ya Allah ya Rahim...!
Kasihanilah kami untuk senantiasa berkasih-sayang diantara kami. Sayangi dan bimbingan kami, bimbing pemimpin-pemimpin bangsa kami supaya mencintai kami, bukan mencintai kaum elit tertentu yang akan merusak kami. Tanamkan rasa takut kepada Mu ya Allah ketika mereka akan membuat kebijakan dan peraturan agar Bangsa Ini semakin baik.
Jauhkanlah kami dari tipu muslihat orang orang yang licik untuk memperdaya kami.
Ya Allahu ya Qohar...!
Wahai Zat Yang Maha Perkasa, hancurkanlah orang-orang yang akan menghancurkan bangsa ini. Hancurkan orang-orang yang punya niat buruk kepada kami. 
Ya Allah ya Afwu...!
Wahai Zat Yang Maha Pemaaf...!
Maafkanlah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, jika mereka telah mendahului kami maafkan salah dan dosanya, terangilah kuburnya, Jauhkanlah ia dari musibah akhirat.
Jika keduanya masih hidup, maka tolong ya Allah panjangkan umur mereka, lancarkan rezekinya, maafkan salah dan khilafnya. Ya Allah jangan Engkau wafatkan mereka kecuali setelah kami membalas jasa mereka walaupun kami tak akan mampu sampai kapanpun. Walaupun kami telah hajikan ia 70 kali dengan tawaf sambil digendong tetap tidak akan bisa membalas rasa sakitnya ketika kaki kami menendang perutnya saat dalam kandungan.
Ya Allah ya Hadyu...!
Wahai Zat Yang Maha Pemberi Hidayah...!

Bimbinglah orang tua kami, anak, istri kami, suami kami, cucu-cicit kami seluruh keturunan kami kejalan yang Engkau ridhoi. Kami yakin kesalahan mereka dalam mentaati Mu bukan karena keinginan hati terdalamnya untuk bermaksiat kepada Mu. Hanya karena kejahilan dan kelalaiannya ya Allah...
Allahumma ya Allah...!
Ya Alim ya Hakim...!
Wahai Zat Yang Maha Luas Ilmunya dan Maha Bijaksana...!
Berikanlah kami ilmu dari ilmu Mu, dan kebijakan dari kebijaksanaan Mu agar lapangan jiwa ini, serta memberikan keluasan dan kelapangan bagi orang lain.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Penulis: Mujiburrahman Al-Markazy
Sekaligus dibacakan pada khutbah Idul fitri di Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Monday, June 18, 2018

Panduan menemukan jodoh terbaik (Seri Cinta) Bagian 1

   
By
Mujiburrahman Al-Markazy
 Jodoh adalah sesuatu yang menarik dan senantiasa menjadi bahan pembicaraan disemua kalangan masyarakat, baik orang yang sudah berkeluarga, sudah pernah berkeluarga maupun yang akan mrembina keluarga.
      Sebagai makhluk sosial, manusia tentu saja tidak bisa hidup sendiri, senantiasa membutuhkan teman, kawan dan pasangan. Tentunya, pasangan hidup.
     Selain itu, kita sebagai makhluk yang berketuhanan sangat meyakini bahwa segala sesuatu sudah kodratnya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Penyayang berpasang-pasangan. Ada yang kaya, ada miskin ada siang dan malam, ada gelap ada terang, begitupun ada lelaki dan ada wanita.
     Ketika melihat burung pipit di samping rumah bertengger dan bercengkrama riang dengan kawan dan pasangannya, terkadang muncul inspirasi dari dalam diri kita, "burung pipit aja ada pasangannya, masa saya sudah begini cakep, penghasilan walaupun yah masih pas-pasan tapi, bisalah untuk menopang hidup, kenapa belum juga memiliki pasangan yang bisa menjadi kawan sehidup dan semati...???".
"Toh hidup ini begitu singkat".


     Pikiran seperti ini kadang menjadi "hantu" yang tiba-tiba muncul apalagi saat sendirian, sunyi, tanpa kawan, yang ada hanya keheningan malam. Hati jadi remuk redam tanpa tahu bagaimana solusi terbaiknya.

    Sebagai orang yang berpendidikan, bermartabat, dan beragama tentunya tidak akan memilih jalur yang salah dalam memecahkan permasalahan yang satu ini.
Berapa banyak orang yang jatuh ke dalam lumpur kehinaan dan terperangkap dalam jala-jala iblis sehingga melacurkan dirinya dalam dosa dan maksiat.
    Setahap demi setahap iblis membisikkan ilusi-ilusi negatif untuk melakukan dosa, mulai dari cari pacaran, ketemuan, sering bersama, akhirnya terjatuh kedalam kubangan dosa zina. Ketika seseorang sudah masuk ke dalam perangkap zina, akan sangat sulit untuk menghindari darinya, bahkan cenderung ketagihan dalam sex terlarang tersebut.
   Lantas apa yang harus kita buat untuk menghindari jebakan-jebakan setan itu dan bisa keluar menjadi pemenang dengan prestasi terbaik memiliki pasangan sejati dalam mengisi kekosongan dan kehampaan hidup.
     Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperoleh rezeki terbaik pernikahan itu, diantaranya:
1. Berdo'a
    Yah, berdoa. Bukankah segala sesuatu itu terjadi sesuai dengan kehendak Allah...???
Pasangan hidup yang kita idam-idamkan itu meski kita tidak mengetahui dimana keberadaannya, tapi Allah tentu sangat tahu dimana si dia berada. Terkadang kita mengidolakan seseorang, yang bisa jadi kita menjadi orang yang mencintai dalam diam tapi kitapun tidak tahu apakah dia jodoh kita.
Yah doa. Doalah yang akan menjadi jembatan sekaligus sebagai kompas terbaik dalam mengarahkan kita menuju pulau cinta yang menjadi harapan selama ini. Eit...! Sedikit bocoran bahwa tidak selamanya yang kita minta secara perspektif pribadi bahwa dia Itu yang terbaik untuk kita. Bisa jadi dia hanya orang baik tapi bukan berarti yang terbaik dalam mengisi kekosongan diri kita, yang pastinya kita menginginkan pasangan yang bisa menerima kita apa adanya. Bukan karena ada apanya. Yah doalah yang bisa menjawab semua keluh-kesah yang bergelora dalam jiwa.
   Pilihlah momentum doa pada saat dan waktu-waktu mustajab dikabulkan oleh Allah. Misalnya, berdoa menjelang berbuka puasa, pada saat hujan deras, pada waktu sujud, pada saat ayam jantan berkokok, pada pergantian hari baik setelah subuh maupun setelah Ashar, setelah sholat tahajud, setelah baca Qur'an, pada saat setelah sholat atau setelah buat suatu amal kebaikan yang sangat kita inginkan pahala dari amal tersebut seperti kita selesai membantu orang lain. Sebelum berdoa kita mengambil posisi duduk yang rileks menengadahkan hati. Pertama-tama beristigfar mengingat dosa kita yang terlampau banyak, sedikitnya amal, dan penuh kerendahan memohon bantuan kepada Allah seolah-olah kita tidak punya pegangan lain selain hanya kepada-Nya.
"Ya Allah bim-binglah hamba menemukan jodoh hamba, berikanlah rezeki terbaik dengan memiliki pasangan hidup yang bisa menentramkan jiwaku...". Sebanyak apapun permohonan kita dan keluh-kesah kita itu semakin baik. Berdoalah dengan penuh Kepasrahan dan kesungguhan.


2. Mencari bibit, bebet dan bobot.

    Pernikahan adalah membangun sebuah kehidupan. Apakah kehidupan itu akan menghasilkan syurga atau sebaliknya menghasilkan kedurjanaan yang bermuara pada kemurkaan Allah.
    Nabi Muhammad saw, mengajarkan kita untuk memilih. Ya memilih. 4 unsur yang Nabi saw inginkan menjadi pertimbangan utama dalam memilih siapa yang akan menjadi teman seperjuangan, sehidup-semati.


تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك
“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
Walaupun haditsnya menyebutkan wanita, tapi kriteria ini juga berlaku untuk laki-laki. Pertama berharta, berkedudukan baik secara nasab maupun memiliki jabatan tertentu, cantik atau tampan dan yang terakhir adalah karena agamanya. Bahkan Nabi Saw menekankan untuk memprioritaskan agamanya.
    Memang secara jujur kita menginginkan yang berharta untuk menopang kehidupan kita nantinya, atau yang punya kedudukan jabatan demi mengangkat harkat dan martabat kita, atau yang berparas menawan dan kita akan bangga dengan itu. Tapi Nabi saw tetap menekankan bahwa apabila kita tidak memiliki atau mendapatkan calon istri atau suami yang memiliki semua kriteria ideal itu maka kebaikan agamanya adalah pertimbangan utama. Kenapa...???
Karena walaupun si dia memiliki harta, pangkat dan jabatan ditambah lagi memiliki paras yang rupawan, tapi tanpa memiliki sokongan agama yang kuat, semua akan sirna dan tidak abadi. Semua kriteria tadi selain agama akan lenyap dan pudar seiring dengan berjalannya waktu. Agamalah yang menjadi sokongan dan patokan awal.


   Terus, apa kriteria bahwa si dia telah mengamalkan agama. Secara kasat mata orang bisa mengatakan kalau telah berbusana muslim atau muslimah kita sudah menganggap dia mengamalkan agama secara sempurna...??? Tidak. Itu belum cukup. Pertama-tama kita harus pastikan apakah dia orang yang menjaga sholatnya...???



a. Si Dia Menjaga Sholatnya

    Jika dalam perkara sholat saja dia tidak mampu jaga, apalagi dalam perkara rumah tangga yang bukan sehari dua hari tapi seumur hidup. Pastikan dia orang mushollin (orang yang menjaga sholatnya).
Rasulullah saw bersabda.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Dengan dia menjaga sholat maka dia akan mampu menjaga sendi-sendi agama yang lain. Pernikahan termasuk salah satu dari sendi agama yang di maksud. Ketika Umar bin Khattab ra. Menjadi khalifah ia menulis surat ke semua gubernur dan wakilnya di seluruh wilayah, bahwa "yang paling aku pentingkan dari semua urusan agama ini adalah sholat, barangsiapa yang menjaga sholatnya maka dia akan mampu menjaga sendi-sendi agama yang lain". Apakah hanya dengan menjaga sholat itu sudah termasuk menjaga agama...??? Iya cuman masih membutuhkan sokongan yang lain. 
Sokongan apakah itu...???


b. Ilmu. 

Yah si dia mesti memiliki dasar dalam memandu rumah tangga sakinah. Bagaimana mungkin sang Nahkoda akan bisa berlayar dengan baik tanpa memiliki kemampuan ilmu yang mumpuni. Sementara rumah tangga adalah bahtera dengan perjalanan menuju ke pulau kebahagiaan dunia akhirat. Bagaimana mungkin bisa di tempuh perjalanan hidup yang tidak bisa di tebak ini tanpa ilmu agama yang memadai. Minimalnya mengetahui dasar halal-haram, makruh-sunnah dan mubah dalam agama. Setidak-tidaknya si dia sering menghadiri majelis ilmu para ustadz-ustadz atau alim-ulama. Ilmu adalah suatu karunia yang Allah berikan kepada orang yang Allah swt inginkan hamba itu diberikan kebaikan yang banyak. Rasulullah saw menyampaikan,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan maka akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)
Bukan hanya calon imam harus berilmu tapi calon istri bagi sang ikhwan juga harus memiliki "sedikit" bekal ilmu agama dalam menyambangi kehidupan rumah tangga nantinya. Dengan ilmu yang dia miliki akan membantu sang calon ibu untuk bisa mendidik anak nantinya.


c. Bertanggungjawab
Indikator lain seseorang itu dikatakan beragama adalah ia memiliki komitmen dalam menjaga apa yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini disinyalir oleh Rasulullah saw dalam sabdanya,
كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت
“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”(HR. Ahmad, Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih).


Baik laki-laki maupun perempuan masing-masing ada tanggung-jawabnya.

Hal ini dilansir oleh baginda Nabi Muhammad saw dalam sebuah haditsnya: 




كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ , فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ, وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ, وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ, وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ


“Dari Abdullah, ia berkata: Nabi saw. bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya. Maka seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggung jawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya” Sahih al-Bukhori: 4789
 Siapapun dia baik laki maupun perempuan memiliki tanggungjawab masing-masing, sang suami berusaha menjadi teladan yang baik di rumah disamping mencari rezeki yang halal ketika di luar rumah. Begitupun Sang Ibu akan mendidik putra-putri di rumah dan menjadi teladan terbaik untuk si buah hati. Hal ini akan bisa sukses dan berhasil jika masing-masing calon suami dan istri belajar untuk memperbaiki diri dengan memupuk rasa tanggungjawab dimanapun ia berada, apa indikasi bahwa seseorang itu bertanggungjawab, minimalnya ia tidak mengingkari janji, disiplin dalam menepati waktu, baik ibadah maupun pekerjaan yang dia lakoni.

d. Berakhlak
     Kriteria terakhir adalah berakhlak. Kenapa demikian...??? Karena seseorang itu jika tidak berakhlak maka pasti ia yang harusnya nampak anggun dan berwibawa, jika tanpa akhlak yang baik semua kebaikan akan hambar. Bayangkan jika wajah yang cantik atau tampan ketika ia berbicara dengan yang lebih tua tapi tidak bisa membawa diri, menempatkan posisi dirinya. Dia siapa dengan siapa ia berbicara, kapan ia bicara, dalam kondisi apa ia berbicara. Inilah akhlak.
Dia akan cocok dengan siapa saja ketika baik akhlaknya, dengan orang tua, anak-anak, maupun yang sebaya.

Nabi Muhammad saw sampaikan:


إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌفِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ
“Jika datang kepada kalian seorang pelamar putri kalian yang kalian ridhoi akhlaknya dan agamanya maka nikahkanlah, jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang luas.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahih Ibni Majah: 1601]
Yah akhlak yang mulia akan menjadikan orang yang "hina" menjadi mulia dan tanpa akhlak yang mulia akan menjadikan orang mulia menjadi "hina".
======================================
Semoga bermanfaat