Oleh: Mujiburrahman Al-Markazy
Pagi itu, ku utak-atik android genggam ku. Ku baca helai demi helai pesan di WA grup. Keluhan mulai mengalir seakan marah dengan keadaan yang tidak dipedulikan oleh admin.
Setiap orang punya persepsi berbeda terhadap sesuatu. Ada yang ingin dimanja, diperhatikan khusus dalam proses pembelajarannya. Bagi penulis pribadi, bahwa mengeluh dan tidaknya adalah suatu pilihan. Sejauh seseorang itu belajar, setahap demi setahap pasti akan ada langkah maju.
Jika admin hanyalah menyampaikan pesan dan mengorganisasikan program, maka pembelajaran diikuti setiap peserta sebenarnya sudah mencukupi di website itu dan tanggapan dari grup. Bagi penulis, seandainya admin tidak ada yang mengontrol dan menyapa setiap saat seperti guru SD menyapa muridnya, merapikan kemeja sang murid, bahkan diantar ke toilet jika sang murid hendak pipis. Semua bisa berjalan dengan sak sama. Jika dilayani, maka belajarlah bagaimana cara melayani, jika tidak atau tepatnya kurang dilayani maka belajarlah untuk melayani keperluan pembelajaran mandiri.
Kelas menulis online adalah kelas yang dirancang untuk orang yang bisa mengikuti pelajaran secara mandiri. Percayalah wahai saudaraku sekalian, sehebat apapun seorang guru, katakanlah sekelas Malaikat Jibril as., tetap saja kita tidak akan bisa maju dalam belajar jika kita tidak mengambil pena, memutar otak, membayangkan imajinasi, meluapkan emosi, biarkan dia mengalir. Pelihara mood itu sampai kamu betul matang dan dewasa dalam berkarya.
Wahai saudaraku jika kamu hendak mengeluh, mengeluhlah. Cuma yang perlu kamu pahami adalah sudahkah semua materi kamu resapi. Seandainya buku yang pernah kamu baca, ditulis kembali berdasarkan interpretasi kamu. Video pembelajaran yang pernah diberikan bisakah kamu ringkas kembali dalam sebuah tulisan mungil yang segar. Wahai saudaraku jika engkau hendak mengeluh, mengeluhlah.
Dalam Al-Qur'an surat Ar-Raad: 11, Allah sudah sampaikan, bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mau berusaha untuk mengubah nasib mereka sendiri. Begitu mulianya manusia, sehingga masa depan diri kita Allah serahkan khusus ke pribadi masing-masing. Wahai saudaraku jika engkau ingin mengeluh, mengeluhlah. Cuma, satu hal yang mesti kamu pahami, apa yang bisa didapat dengan keluhan dan ocehan itu. Keluhan dan ocehan mu, hanya semakin membuat dirimu menjadi sakit dan lemah. Wahai saudaraku aku mencintaimu karena Allah.
Tolong tinggalkan keluh kesah mu itu. Pandanglah matahari dan katakan, "Wahai sang surya aku datang." Tampakkan senyum mu sehingga sang surya malu untuk menatap kesungguhan mu. Wahai saudaraku perbaiki kualitas sholat mu dan perbaiki hubungan mu dengan sesama. Allah menceritakan tentang sifat orang yang tidak mudah berkeluh kesah dalam pertengahan surat Al-Maarij di juz ke-29 itu. Diantara ciri mereka adalah menjaga sholat, berbagi harta yang dimiliki, yakin kepada perjumpaan hari akhir dan menghindari dosa dan sifat yang kotor. Semoga bermanfaat saudaraku sayang. Barokallahu fiikum

No comments:
Post a Comment